Homecoming

55a372b5f0102ebdae38828d8bf9d94d

It isn’t going to be very short, and neither is this going to be too long.

 

Yes, it’s me.

I’m coming back.

And for the first time in a long while, being able to be here again feels incredibly amazing.

Rasanya cukup sulit untuk percaya kalau, nyatanya, saya udah dua tahun nggak nulis apapun di sini. Iya, dua tahun. Seenggaknya itu yang saya tahu dari postingan terakhir yang bertanggal 5 Juni 2016.

 

Of course, a lot happened in two years.

Saya sendiri lupa kenapa tepatnya saya bisa mendadak lari dari dunia kepenulisan. Yang saya ingat, pada waktu itu saya merasa sangat kehilangan muse untuk menulis. Seperti, tak peduli betapa saya berusaha, apa yang saya tulis tidak pernah terasa ‘cukup’. Saya merasa selalu ada yang kurang dan tidak tepat dari apa yang saya tulis. Padahal, barangkali semua orang yang menulis juga mengalami hal demikian. Namun, alih-alih mencari tahu apa yang salah dan berbenah, saya malah mengambil keputusan payah.

“Mungkin ini memang waktunya saya istirahat sejenak,” pikir saya.

 

So, I took a break.

DAN KEBABLASAN.

DUA TAHUN WOI.

PARAH.

 

In fact, it wasn’t a break at all. It was an escape.

Apakah saya menyesal? Hmm, mungkin.

Tapi, saya tidak ingin menyalahkan apapun atau siapapun.

Saya sudah jatuh cinta pada menulis sejak lama, sekarang masih, dan saya yakin akan selalu begitu. Namun barangkali, ada saatnya kita merasa jenuh terhadap apa yang kita sukai dan berhenti—untuk mencoba hal lain. Barangkali, saat itu bagi saya menulis bukan lagi sesuatu yang menyenangkan. Bukan kegiatan yang mampu bikin saya tenang. Menulis semestinya jadi wadah di mana saya bisa jadi diri sendiri, wadah di mana saya mampu menuangkan buah pikir dan perasaan sejujur-jujurnya, tetapi saya tidak merasa begitu.

Setidaknya, di tempat ini, pada waktu itu.

 

Yang pasti, saya akan jauh lebih menyesal bila tidak memutuskan untuk kembali menulis sekarang juga. Ketika semangat saya menjadi-jadi hingga saya merasa harus memulai lagi. Saya akan jauh lebih menyesal jika saya tidak pernah menyatakan berita paling tidak penting sedunia ini bahwa :

Akhirnya, saya kembali.

With all the change. With a fresh start. A blank page. As a comeback. As a return. As a homecoming.

 

(((SOK IYE)))

 

Well

The thing is, I’m so sorry for this sudden and shameless and shitty declaration of nothing.  But I do mean it. Both the apology and the comeback. At least, for myself.

Saya senang bisa ada di sini lagi.

Dan, saya berharap saya akan terus berada di sini tanpa hilang-hilangan lagi. Saya ingin perubahan. Saya ingin kembali menyadarkan diri bahwa menulis tidak seharusnya menjadi beban, melainkan sesuatu yang melapangkan. Saya ingin menjadikan situs pribadi ini sebagai tempat paling nyaman untuk bercerita dan berbagi. Tempat di mana saya bebas berekspresi dan damai menjadi diri yang sejati. Tak hanya untuk saya sendiri, tetapi juga siapapun yang sengaja ataupun tak sengaja berkunjung kemari.

 

Seperti rumah.

Dan saya pulang.

Advertisements

8 thoughts on “Homecoming

  1. S. Sher

    HANIIII. I’M SHOCKED LIAT DI TIMELINE, WEY ADA MANUSIA BERNAMA HANI? How are you? I hope you’re doing great ❤❤❤, I miss you so much. Welcome back ❤

    • Hani

      LONG TIME NO SEE KAK SHER! I’m doing really great over here, and I hope you too. I miss you, Kak Sherrr. Like, a looot! Thank you so muuuch❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.