Rasa

large

.

“Jadi…ada apa?”

“Tidak ada apa-apa.”

“Lantas kenapa aku ada di sini?”

“Entahlah.”

“Bagaimana harimu berjalan?”

“Tidak buruk.”

“Kukira kehidupan cintamu sedang terundung badai, betul begitu?”

“Oh, jadi menurutmu itu bisa merusak segalanya? Halo, aku baru saja ditraktir temanku makan hari ini, dan kaupikir aku akan bermuram durja? Tanyakan saja pada perutku.”

“Tidak, terima kasih. Perut berbicara terdengar seperti mimpi buruk. Namun faktanya, kau kelihatan mengerikan sekarang.”

“Masuk akal.”

“Jadi, apa kabar dengan dia?”

“Kenapa bertanya padaku? Aku bukan pawangnya, oke?”

“Tapi aku tahu kau yang paling mengerti dirinya.”

“Ha.”

“Iya, kan?”

“Tentu saja—dulu.”

“Apa yang salah dengan sekarang?”

“Kami…entahlah. Mungkin bukan jodoh. Tapi tak apa. Semua akan baik-baik saja, nantinya.”

“Jadi, kau belum melupakannya?”

“Hei, untuk apa aku mesti melupakannya? Dan—bagaimana? HAHA. Punya saran?”

“Pergi jalan-jalan, belanja, baca buku, tidur, mempelajari persamaan kuadrat, menonton film, menonton anime—hei, Kuroko no Basket Season 3 sudah berakhir.”

“Pelan-pelan, dong, aku sedang mencatatnya. Dan aku sudah tahu. Seirin menang di Winter Cup. Mengharukan.”

“Tahu dari siapa?”

“Dari—oh, sial, kau menjebakku.”

“Hanya ingin tahu, tidak lebih.”

“Tapi kau tidak perlu tahu siapa.”

“Siapa?”

“Menyerah. Dia. Dia pecinta basket.”

“Oh, menarik. Kudengar kalian pernah duel one-on-one dan yang kalah pergi menraktir makan siang.”

“Bagaimana kau bisa tahu?”

“Tahu saja. Mata batin.”

“Pfft.”

“Bagaimana itu bisa terjadi?”

“Sepulang latihan dia menantangku untuk bermain, kemudian aku menerima tawarannya.”

“Semudah itu?”

“Berhenti buat aku terdengar gampangan, tapi—yah—oke. Dia songong setengah mati, sih. Siapa yang tidak jengkel? Ejekan soal ‘badanmu pendek mirip pemikiranmu’? Padahal begini-begini aku paham betul makna seluruh puisi Sapardi Djoko Darwono, lho. Macam-macam denganku.”

“Sapardi Djoko Damono. Jangan bikin malu.”

“Ya, itu maksudnya.”

“Jadi, siapa yang menang?”

“Dia menang. Dan akhirnya aku menraktirnya makan di warung pinggir jalan murah. Jangan bilang siapa-siapa, bisa-bisa imejku sebagai center tim basket sekolah tercoreng habis.”

“Kau kan cadangan.”

“Hitung itu sebagai rahasia juga.”

“Siap, rahasia aman.”

“Terima kasih.”

“Karena itu, beritahu aku, apa kau masih mencintainya?”

“Gila, aku yakin ada ribuan ranjau duri dalam ucapanmu.”

“Ya atau tidak?”

“Mana jawaban yang benar agar aku mendapat dua juta rupiah?”

“Tidak ada dua juta rupiah. Aku butuh jawaban. Sekarang.”

“Mau jawab jujur atau bohong?”

“Jujur, demi Tuhan, aku serius.”

“Aku juga.”

“Apa kau masih mencintainya?”

“Baiklah, baiklah, kau pemaksa! Bagaimana kalau jawabannya adalah ‘ya’? Apa konversasi bodoh ini akan berakhir?”

“Maaf, aku kan hanya bertanya.”

“Kau menjengkelkan.”

“Maaf lagi, sudah bawaan orok. Pasti rasanya sulit sekali untuk melupakan cowok itu, ya? Kira-kira berapa kisaran waktu yang kaubutuhkan untuk benar-benar pulih dari sakit hati?”

“Tidak sesulit dan selama yang kaubayangkan, jelas. Kau hiperbolis.”

“Kau yakin?”

“Tak pernah seyakin ini.”

“Bisa dikunci jawabannya?”

“Boleh aku telepon kerabatku dulu di rumah?”

“HAHAHA.”

“Tidak lucu.”

“Yah, dan kau masih mencintainya.”

“Hah?”

“Hah heh hoh. Kau masih mencintainya. Aku tahu itu. Aku tahu namanya masih termartil dalam kepalamu. Kau tak dapat mengelabuiku. Aku tahu segalanya tentangmu—tentang kalian.”

“Tapi tahu tidak, bulu kudukku merinding mendengarnya. Kau penguntit, ya?”

“Bukan, aku Google. Kenapa kau tidak ingin kembali padanya?”

“Hei, ayolah, rasanya aku mulai membenci konversasi ini. Bisakah kita berhenti bernostalgia dan ganti topik lain?”

“…… terserah.”

“Eh, mie ayam di warung langganan yang kusinggahi dengan kawan-kawan tadi enak juga, lho. Es jeruknya juga segar. Aku makan dua porsi. Mumpung dibayari. Surga banget.”

“Oh, ya? Memangnya di mana?”

“Di pengkolan tak jauh dari swalayan baru, dekat rumah sakit umum, di samping kanan tempat tambal ban, di samping kiri toko serba ada, di depan pedagang es oyen yang laris itu, tahu kan? Dari dulu aku sering sekali ke sana, kok. Sampai sekarang juga.”

“Kenapa kau gemar sekali makan di sana?”

“Soalnya bagiku warungnya sederhana, tapi nyaman. Masakan mereka juga sedap, harganya pas pula di dompet orang yang rawan kantong kering. Ehe.”

“Dasar, deh. Kau makan apa saja tadi?”

“Wah, tadinya aku ingin pesan bakso dan es degan seperti biasa. Tapi karena belakangan mendengar kedua kata tersebut membuatku hilang selera dan mual, jadinya aku pesan mie ayam plus es jeruk. Padahal sebelumnya aku tidak suka, lho. Ternyata mencoba hal baru tak ada salahnya juga. Mie ayam tak kalah lezat dibanding bakso rupanya. Aku mulai jatuh hati. Hft. Aku menyesal dulu makan bakso terus tanpa mau mencoba menu lain mereka.”

“Aku jadi lapar lagi sekarang. Dan, hei, mengapa akhir-akhir ini bakso dan es degan membuatmu mual?”

“Tidak tahu. Mungkin karena rasanya.”

“Ada apa dengan rasanya?”

“Tidak enak.”

“Seperti apa?

“Seperti…”

“Seperti?”

“Kenangan.”

“Hah?”

“Seperti sesuap rasa yang tertinggal jauh dalam usus-ususnya. Seperti sekecap rindu yang menyiksa kerongkongan. Saling mencuri bola-bola daging dari mangkuk. Menuang sambal banyak-banyak ke dalam mangkuk bakso satu sama lain. Memadamkan api yang membakar lidah dengan sebatok es kelapa muda. Berdua. Berbagi rasa. Menabur cinta.”

“H-hei…kau…”

“Tidak, tidak apa, cuma kelilipan biji cabai…”

.

end.

.

0) opooo iki spam lagi hueheuehuehue 1) aku raisa 2) raisa nulis fenfik maksud e :(( 3) selamat pagi!selamat berpuasa! ❤

Advertisements

12 thoughts on “Rasa

  1. liakyu

    ohmae honey–eh raisa (lol)–tercinta!
    Kamu jadi penulis skenario aja deh hahaha. Aku ngebayangin ini kayak yg ada di gag concert itu omo. Luculucu banget dialognya dekhan, aku pengen tau siapa aja sih yang ngomong uh ngakak deh pkoknya pagipagi gini.
    Trs kamu nonton kuroko no basuke juga han? Aku sih belum nonton tapi udah dapet pelemnya dari temenku yg kuro-freak abiz lol

    “Kau yakin?” “Tak pernah seyakin ini.” “Bisa dikunci jawabannya?” “Boleh aku telepon kerabatku dulu di rumah?” “HAHAHA.” “Tidak lucu.”– LUCU LUCU BANGET KOK LUCUUUU

    “Tapi tahu tidak, bulu kudukku merinding
    mendengarnya. Kau penguntit, ya?” “Bukan, aku Google. Kenapa kau tidak ingin
    kembali padanya?”– HELLO GOOGLE AKHIRNYA AKU KETEMU KAMU AKU NGEFANS (HAH)

    Sama dialog terakhir itu sumpah ngerock abis!!!

    Ah dekhan selalu ketjeh duh dgn apa pun yg kautulis nak.
    Keep nulis han, mian kalo aku nyepam komen. Bayibayi xD

    • HoneyLulu

      HAHAHAHAHAHAH IYA AKU RAISA NAHAN TAWA BACA KOMENANMU KAK LIAAAA xD

      haduuhhh apa pulaa penulis skenario HAHAHAH gag concert dibawa-bawa juga kenapa sih kak liaaaa HAHAHAHA xD heuhue padahal aku sendiri ngga tau apa yang kutulis huvt orz. dan…iyaa kak liaaa. aku nonton kurobas jugaaa. duh ayoo ayoo ditonton kak liaaa. bagus bangeettt huehuehue kurokoku tersayaaang ;;w;;

      HAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAH MASA SIH KOK PERASAAN LUCUAN KOMEN KAK LIAA YHAA HUEHUE GEMESHH ❤

      duh beneran kak liaa makasih bangeeett. it's ok it's kak liaa ini sama sekali bukan spam huehue. keep nulis jugaa buat kak liaa! yosh! ❤ bayibayi~ _(:3)rz

  2. Than

    eh kan aku seneng karo fanfictmu eh 😦
    bahasamu iku loohhhh XD

    ps:
    maapkan aku yg sok sokan bahasa jawa padahal sundanese :”)

    • HoneyLulu

      AHAHAHAHAH halohaaaii kak thaann!
      uhh aku mah apa atuh hanya isolasi toples kastengel hikseu mohon bantuannya kak thaan :”

      tapi anw, terima kasihh banyaaakk kak thaan. selamat hari raya idul fitri btw! mohon maaf lahir batin yaa! mumpung hawanya masih lebaran kan yaa eheheh. sekali lagi, makasihhh ❤

      p.s: ajarin sundanese dong huehuehu pingin bangett :((

  3. S. Sher

    Gak tau kenapa abis baca ini aku malah inget Indomie yang rasanya diganti jadi galau-galau gak jelas, kayak Indomie rasa yang dulu pernah ada, rasa yang terpendam LOL. ((Diusir segera dari lapak Hani))

    Dan aku pingin nonton Kuroko! Terus Hetalia, Free, cuma huft, apalah daya aku males banget sama yang namanya download series banyak-banyak.

    Anyway, back to the story, ini tuh galau-galau lawak gitu ya xD Paling suka part yang mereka tiba-tiba ganti topik secara drastis, terlalu drastis, sampe aku cuman ngasih ekspresi, Dude? Please. Plus paragraf terakhir, fix dia galaunya udah kelewat normal, ampe makanan aja dijadiin bahan galau xD

    Ditunggu fiksi lucu selanjutnya 😀

    • HoneyLulu

      HAHAHAHAHAHAH indomie memang tiada tanding tiada banding yaa. LOL aku juga pernah tau tuh, rasa yang tertinggal, rasa yang tlah lama hilang. wkwk ada ada aja orang-orang ini. huvt. selera humor XD

      nonton deh kaaak sherr nontoonn bagus bangeett. tapi aku Hetalia sama Free belum pernah liat heuheu. katanya recommended yaa. berarti kita samaan kali kak sherr. males download tapi kalo ditawarin pinjem flashdisk temen mah mau ajaa HAHAHAHAH #TeamMalesBondo.

      huvt sendirinya aku gatau nulis apaa lhooo heuehuehu :” WKWKWK iya nih kelewatan baxo pun bisa dibikin puisi yaa dasar toples nastar :” ((lah)).

      makasihh kak sherr! kutunggu juga fic kak sher yang selanjutnyaa! mangaatss! ❤

  4. ranee

    Gile Han gileeee kamu beneran harus nulis novel Teenlit or something like that HAHAY pertamanya ngira ini bakal angst dunia akherat wong judulnya aja “rasa” itu udah makjleb di kokoro, tapi ternyata isinya koplak XD
    Mereka nih mesti ABG imbisil ya kok ngomonge ngalor ngidul ora jelas XD
    “Seperti sesuap rasa yang tertinggal jauh dalam usus-ususnya. Seperti sekecap rindu yang menyiksa kerongkongan. Saling mencuri bola-bola daging dari mangkuk. Menuang sambal banyak-banyak ke dalam mangkuk bakso satu sama lain. Memadamkan api yang membakar lidah dengan sebatok es kelapa muda. Berdua. Berbagi rasa. Menabur cinta.”
    Yaelah bro makan makan aja napa pake acara menggalau gini wakakakakakak tapi keren deh bahasanya kamu kok bisa sih bikin kata-kata puitis dari bakso sama kelapa muda 😀
    Yawes as always keep it up ya Hani ditunggu fiksi selanjutnya!!

    • HoneyLulu

      HANI BIKIN ANGST PASTI DUNIA SUDAH MENDEKATI KIAMAT KAK RAN HAHAHAHAH AJARIN TOLONG ;;w;;

      tapi iya sih, kalo berhubungan sama ‘rasa’ mah pikiran udah larinya ke mana-mana kan yaa. padahal bisa aja rasa yang dimaksud adalah rasa baru p0p mi3 kari susu ((masih ngga habis pikir emang gimana rasanya coba)). ya gitu tipikal abg rumpi kan apa aja digosipin HAHAHAHAH.

      WAHAHAHAH as you’ve said yah namanya juga abg labil kak raaann moodnya abstrak banget naik turun XD

      makasih kak raniiii. keep nulis jugaa buat kak ranii! kutunggu juga fic kak rani yang selanjutnya! semangaat! yosh! ❤

  5. Kimchisauce

    FYI, saya ngesave page ini di komputer saya. Berasa pengen baca terus.
    Hani, seharusnya kamu yang bikin novel.
    Konversasi ini ASDFGHJKL… arghhh, saya speechless…
    dapet ide dari mana sih? kok bisa cantik begini??

    and yeah, saya juga pengen nonton Kuroko. pengen makan mie ayam dan jalan2 ke warung langganan setelah baca ini. hehehe 😀

    Oh iya, paragraf terakhir it loh De…… hmmmm….. saya gak bisa terusin…… saya butuh udara…

    Semangat terus buat nulis yah De. Hani jjang…

    • HoneyLulu

      oh mai gawd kak achieeee ;;w;;

      duh segitunya deh kak achie aku jadi ngga enak heuheu. tulisan gajelas gini ngapain di save, ntar PC-nya rusak lhoo kaaakk :’3 ah…semoga saja, kak achie. tapi, serius, kalo kak achie bikin novel, yakin deh jadi best seller eheheh x))

      LHO KAK ACHIE BUTUH UDARA APA MAU DI-CPR-IN JONGIN AJA SEKALIAN KAK ((eh)) ((han cukup han))

      semangat nulis jugaa buat kak achiee! kak achie jauuuuuuuh lebih jjang! yosh! x))

  6. Arisa

    HAN……!!!!!!!!!! AWALNYA AKU BINGUNG, INI CUMAN DIALOG DIALOG AJA ISINYAA TAPIIII MAKIN KEBAWAH AKU MAKIN NGAKAKK ASDFGHJASDAHGSADHG

    HAHAHAHAHAH kayaknya semua udah diwakilin ama readers yang lain. AH, AKU BENERAN NGAKAK BACANYAAAA. ROMANSA ABG NYA DAPET BANGEETTT…. walaupun cuman dialog tapi kerasaaa lagi nonton gitu /eh/

    MEREKA LUCUUUU. SUMFAHHH LUCU BANGET HAHAHAHA 😀
    Dialognya dikemas dengan apik, sesuai dengan realita abg jaman sekarang dan AKU SUKAA BANGET ❤ ❤ ❤

  7. Suciramadhaniy

    Dekhaniiii haluhaaa 🙂 masih ingat aku tidak? Wkwkwk aku udah lama gak main ke sini. Lamaaaa banget kayaknya wkwk tulisanmu makin keceee aja haan. Ini padahal cuma dialog aja loh, tapi kok nikmat banget kayak mie ayam di kampus aku huehehe ini tuh paket lengkap makanan lezat kalo kataku. Nostalgianya dapat, lezatnya dapat, rasanya dapat. Dan aku jadi ketagihan baca cerita cuma dialog gini 😀

    Ohiyaa dekhaan. Kamu tau wattpad? Nah di situ banyak bgt cerita teenlite gitu. Mungkin kamu juga bisa berbagi di sana gitu? Soalnya aku rasa tulisanmu khas bgt haan. Jadi mungkin cocok jika kamu nulis di wattpad juga 🙂 ada english indonesianya di sana. Kalo kamu minat, bisa download di playstore/appstore deek hehehe

    Keep writing yaaa haniiii♥♥♥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.