A Cup Of Coffee

2e4de49fc9def4986d10cbf0534d94e7

{Inspired by: Mang Saswi – Kopi Dapet Minta ._.}

Karena sesungguhnya kenikmatan dunia bagi Jongin adalah…

Musikku keras

Smells Like Teen Spirit milik Nirvana melantun keras dalam ruangan remang-remang yang ramai bahkan ketika tengah hari telah lewat dua jam lalu. Suara Kurt Cobain yang beradu dengan tabuhan drum brutal oleh Dave Grohl serta permainan bass dari Krist Novoselic yang mampu membuatmu gila saat mendengarnya seolah membakar segala sesuatu di dalam ruangan tersebut, menciptakan hawa panas penuh adrenalin melalui jeritan irama rock mereka yang terhebat sepanjang masa.

Sepatu Converse itu mengetuk lantai seiring sesuatu dalam rongga dada sang empunya berdentum kencang, mungkin Dave Grohl sedang memukul-mukul drumnya di dalam sana—well, entahlah.

Jongin cinta musik rock sebagaimana ia mencintai gadis dengan rambut bercat merah membara di seberang sana; duduk, tampak tenang, dan menikmati. Ada suatu kali di mana sepasang mata tajam itu bertemu dengan miliknya, lantas Jongin merasa ia tengah tersengar listrik di sekujur tubuhnya.

Kopiku kental

Dia tersenyum. Yeah, gadis itu tersenyum tipis—dan, oh, ada ribuan misteri yang tak Jongin tahu di balik senyumnya yang menjadikan pemuda tersebut jatuh hati lebih dalam lagi padanya—saat mata mereka tertumbuk untuk kali ketiga, pada akhirnya. Tangan Jongin terulur, menyentuh tangkai cangkir yang dingin lalu mengangkatnya tepat di depan bibirnya.

Lelaki itu menyeringai; menarik satu sudut bibirnya puas dari balik cangkir berisi cairan hitam pekat yang kental di dalamnya; kopi ketiganya malam ini.

Jongin pikir dia menang, sang gadis tertarik pula pada pesonanya.

Nikmat sungguh nikmat

Kopi itu mengalir perlahan dari mulutnya, turun ke kerongkongan, menciptakan sensasi yang menjadi favorit Jongin seumur hidupnya. Entah mengapa rasa kopi tersebut berkali-kali lipat jauh lebih nikmat dibanding biasanya. Ataukah ini karena adanya eksistensi gadis berambut mirip kobaran api—yang seakan-akan memanggil-manggil dirinya tuk mendekat—itu?

Tatapan mereka masih terkunci satu sama lain.

Jongin berbisik, “Kemarilah.”

Tidak ada siapa pun yang mampu mendengar suaranya oleh karena lagu rock yang menyulut nyalinya itu masih menggema keras. Sang gadis tak bisa mendengarnya, tentu saja. Tetapi Jongin tahu hanya dengan melihat gerak bibir, sang pujaan hati pasti bisa mengetahuinya.

Dan yeah, dia berdiri. Kaki jenjang di balik jeans di atas lutut serta sneakers sewarna rambutnya yang membalut kedua telapak kaki gadis itu melangkah ke arah Jongin. Perempuan dengan kaus putih yang menyembunyikan tubuh bagian atasnya tersebut terlihat semakin dekat dan dekat dan Jongin nyaris dibuat gila karenanya. Bahkan Jongin bisa mencium aroma apel yang menguar dari lekuk tubuh indahnya.

Aku menang banyak, pikir Jongin seraya mengangkat kembali cangkir kopinya, malam ini aku akan bersenang-senang.

Pemuda tersebut menyeruput kopi hitamnya kembali, meresapi detik-detik sebelum ia harus berhenti menikmati kopinya dan membiarkan sisa minuman favoritnya tersebut mendingin begitu saja sementara ia beralih untuk menikmati saat-saat bersama dengan wanita cantik itu, yeah.

Oh, Tuhan, inikah yang kausebut dengan—

“Demi Tuhan, Kim Jongin!”

—nikmat dunia?

Jongin tersedak kopinya sewaktu mendengar teriakan dari seseorang berpakaian serba hitam di hadapannya yang tengah berkacak pinggang. Ia sempat melirik dari balik badan orang tersebut jikalau ternyata si gadis rambut merah telah berlalu menuju ke toilet, bukan kepadanya.

“KAU BAHKAN BELUM MEMBAYAR HUTANGMU DI SINI SEJAK TIGA BULAN YANG LALU! AKU KAN SUDAH BILANG KALAU KAMI TIDAK MAU MENERIMA TUNGGAKAN, HAH?!” serunya lantang. Lagu milik Nirvana sudah berhenti mengalun tak tahu kapan; pasti ada yang berhenti memutarnya.

Jongin, masih dengan terbatuk-batuk dan raut kecewa, langsung beralih melihat wajah orang di depannya.

Oh, oke, dia adalah Do Kyungsoo—pemilik tempat ini.

“Ta-tapi—”

“KAU SEENAKNYA SENDIRI DUDUK DI SINI, MENGGODA SEMUA GADIS DI SEKITARMU, BERSENANG-SENANG, MINUM BERCANGKIR-CANGKIR KOPI SEBANYAK YANG KAU MAU, DAN TIDAK PERNAH MEMBAYARNYA! AKU TIDAK MAU TAHU, KIM JONGIN, SEKARANG KAU HARUS MEMBAYAR SEMUANYA—ATAU KALAU TIDAK, KAU TAK AKAN PERNAH BOLEH MASUK KEMBALI KE SINI UNTUK SELAMA-LAMANYA!”

Sial, sial, sial, sial, sial, sial, Jongin mengumpat tanpa henti dalam hati, kenapa harus sekarang, demi Tuhan?

Dan kalau sudah begini, yang bisa Jongin lakukan hanyalah berlutut dan memohon belas kasihan pada Kyungsoo, “Ma-maafkan aku, Kyung. Maksudku—baiklah, aku selalu mengatakan hal yang sama setiap saat tapi—kumohon. Aku belum punya uang, Kyungsoo. Lain kali, ah tidak, secepatnya pasti akan kubayar padamu, Kyungsoo. Kumohon, kasihanilah aku. Tolonglah aku, Kyungsoo. Tolong. Kumohon.” pinta Jongin memelas, tidak peduli betapa jatuhnya kesan dari gadis yang semenjak tadi ia damba-dambakan ketika melihat tingkahnya.

Well, yah, Jongin, sesungguhnya nikmat duniawi hanyalah kesemuan semata dan sifatnya benar-benar sementara, kau harus tahu akan hal itu, Kim Jongin.

Termasuk…

…kopi dapet minta

end.

WAHAHAH jangan ekstrak aku kayak kulit manggis, kumohon XD

Duh, such a long time no see dan aku dateng-dateng bawa fic absurd begini huhu maafkan aku.

Yah gimana ya, akhir-akhir ini nggak ngepost gegara adanya writer’s block syndrome sih :(( Waktu itu aku nulis juga sih tapi semuanya berakhir dengan di-nganggurin(?) di draft gitu aja, nggak diselesaiin hikzeu .__.

Yap, ini terinspirasi dari lagunya Mang Saswi, lalu setelah fic ini selesai aku baru nyadar kalo liriknya kebalik lol. Yaudin gimana lagi kan ya jadi biarin aja :3 Semoga bisa buat hiburan yah hahay :3

Terima kasih sudah baca~ xoxo ❤

Advertisements

6 thoughts on “A Cup Of Coffee

  1. LittleRabbit

    Ya kamu kok… duh seriusan aku ikutan kaget >< duh deeeekkk~~~

    Kampretlah si Jongtemsek itu xD kopi aja ngutang saoloh xD wkks. Duh gilak lah.

    Bahasamuuuu~~ lebih indah/? dari aku huhuhu :k

    Aku ga bisa komentar panjang ke kamu dek 😦 huhu

    • HoneyLulu

      WAHAHAH iya kak ini semacem comeback dadakan ._. Kebetulan tadi siang mendapat hidayah(?) (setelah sekian lama bersemedi) terus langsung ditulisin deh wkwk. Dan entah kenapa waktu nulis fic absurd kayak beginian kata-kata ngalir deres sementara kalo nulis fic yang fluffy cheesy honey(?) gitu malah………..krik krik.

      Ya emang harusnya aku nggak maksa ya, haha ._.v

      Mentang-mentang yang punya warung kopi tubruk(?) temen sendiri gitu kak lol nggak deng.

      Bahasakuu? ;A; Ya ampun, dibuat sedemikian rupa biar ketipu gitulah ahayde, taunya endingnya kampret begete wkwk XD Tapi, makasih kak makasihhh. Kita sama-sama masih belajar kok eak eak :3

      Komentar dalam bentuk apapun pasti aku terima dengan lapang dada kok kak. Apalagi kalo dalam bentuk wuyifan XD ((udahlah han)).

      Makasih udah baca dan komentar ya kak~ :3

      • LittleRabbit

        aku malah mikirin tata bahasanya doh ribet/?
        (efek pengen jurusan bahasa yang gak dibolehin)

        aku ngeblank baca balesanmu, dek xD yodahlah yang penting aku menerima/? xD

        • HoneyLulu

          Iya ya kayaknya ngurusin tata bahasa sama milih-milih diksi tuh makan waktu agak banyak gitu :3
          Eh? Kenapa nggak dibolehin, kak? .__.

          WAKAKAK ngapain ngeblank? Se-nggak jelas itu kah balesanku, kak? wkwk XD

          • LittleRabbit

            Tapi serunya disanaa xD kadang cari inspirasi sambil jalan-jalan keliling rumah/?
            Disuruh masuk ipa ._. Cuman boleh belajar otodidak -_-

            Bukan~~ aku aja yg ngango/? Wkks

            • HoneyLulu

              Ho oh kak xD Gatau kenapa nambah perbendaharaan kata dan main-mainin atau modifikasi kalimat(?) itu seruuu haha :3

              Oh disuruh masuk IPA, ya nggak papa sih kak kalo otodidak tapi diseriusin sama aja kan ya ._.

              wkks yaudin~ XD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.